sejarah jean henry dunant dan ke pmr an

JEAN HENRY DUNANT

Lahir tanggal 8 mei 1828 di jenewa, ayahnya bernama Jean Jacques Dunant seorang anggota dewan republik, dan ibunya bernama Anne Antointte, keturunan bangsa bangsawan perancis. selain sebagai anggota dewan republik, ayahnya juga menjadi ketua yayasan perawatan anak yatim piatu.

Usia 18 Tahun, dunant masuk menjadi anggota himpunan yang bertujuan meringankan penderitaan sesama hidup, sedangkan untuk mencari nafkah, ia bekerja di sebuah kantor bank.

Pada saat terjadi peperangan di solferino, kondisi usaha perkebunan dan penggilingan gandum di Aljair Negara jajahan perancis, mengalami kesulitan, sala satunya adalah henry dunant bukan warga Negara perancis, maka ia tidak dapat dengan begitu saja memperoleh konsensi atas penggunaan air bagi penggilingan gandumnya. Satu-sayunya jalan ia harus menemui Napoleon III yang pada saat itu sedang memimpin peperangan di daerah solperino.

Dengan niat untuk bertemu dengan neploen III guna mempentingkan bisnisnya, maka  berangkat menuju ke solperino, dengan kapal perang perancis. Akan tetapi niatnya tidak tersampaikan, karena selama 2 tahun, henry dunant terperangkap dalam kancah peperangan henry dunant yang memang mempunyai dasar kepribadian menolong sesama, akhirnya ia mengesampingkan tujusn bisnisnya. Dunant bersama masyarakat setempat melakukan berbagai usaha membantu prajurit yang luka. Pengabdiannya berlangsung sampai bersakhirnya perang solferino dan di teruskan dengan mengumpulkan data dan informasi tentang perang solferino.

Pada bulan Nopember 1862, henry dunant menerbitkan buku yang berjudul “UN SOUVENIR DE SOLFERINO“. Buku ini tidak saja memuat tentang gambaran tentang perang di solferino, tetapi yang lebih penting adalah adanya ide henry dunant yang menyatakan perlunya organisasi-organisasi sukarela yang bersipat internasional dan bebas untuk melakukan kegiatan pemberian bantuan bagi prajurit yang luka dan sakit di medan pertempuran tanpa adanya distriminasi.

Selama proses sosialisasi tentang idenya tersebut, bisnis yang di kelolanya mengalami kebangkrutan, dan puncaknya terjadi saat ia berusia 39 Tahun, dunant kehilangan haknya sebagai warga Geneva, dan kedudukannya dalanm organisasi pun lepas, dan dengan perasaan sedih. Dunant meninggalkan Geneva untuk selama-lamanya, dan menetap di prancis.

Pada Tahun 1861,Napoleon III menyelenggarakan pameran besar di paris, dan para pameran tersebut terdapat setand palang merah yang antara lain menggelar patung dada henry dunant, dan pada kesempatan itu pula, henry dunant, Mounier, dan dufor mendapat penghargaan berupa mendali Emas, dan sejak itu pula, kehidupan henry dunant kembali pulih. Beliau di angkat oleh beberapa Negara di Eropa sebagai wakil ketua palang merah. Walau dunant tersingkir Geneva, tetapi orang eropa tetap menganggap sebagai pemimpin palang merah. Suatu penghormatan yang lurar biasa untuknya.

Tahun 1901 henry dunant mendapat hadiah nobel untuk perdamaian yang berupa hadiah nobel pertama kalinya diberikan. Dunant meninggal pada usia 82 Tahun, tepatnya hari minggu tanggal 30 Oktober 1901 di desa Appenzeller, heiden dan di makamkan di kota Zurich.

 

B.KOMITE LIMA

Berawal dari buku Un souvenir de solverino, yang merupakan ide dari henry dunant, Gustaveapat  Moynier menyarankan kepada dunant, agar idenya dikemukan pada pertemuan GPWS yang berlangsung tanggal 9 februari 1863, di gedung cacino saint-piere dari 180 anggota GPWS, 160 Anggota mendukung ide henry dunant, dan sejak saat itu, usaha untuk mewujudkan ide henry dunant di beri nama proyek Proyek Mounier-DUNANT”, Dan sebagai dari upaya tersebut, maka di tunjuk empat orang anggota GPWS, (The Geneva Public Welfare Society) yaitu :

 

           1. Gustave Monyer

               Ketua GPWS

          2. Dr. Louis Appia

              Anggota GPWS

          3. Dr. Theodore Maunoir

Dan secara resmi. Pada hari itu juga di bentuk PANITIA LIMA dengan ketua Gustave Moynier dan henry dunant sebagai sekertaris.

Taggal 17 pebruari 1863 komite lima menyempurnakan fungsi dan mengganti namanya menjadi KOMITE TETAP INTERNASIONAL UNTUK PERTOLONGAN PRAJURIT YANG LUKA debgan ketuanya yaitu jendral Guillame-henry dufour. Dan tanggal 25 agustus 1863, komite tetap ini memutuskan untuk menyelenggarakan konferensi internasinal guna membicarak lebih lanjut ide henry dunant sambil mempersiapkan memorandum yang terdiri dari 10 butir.

 

C. KONFERENSI INTERNASIONAL

Pada tanggal 12 september 1863, di adakan konferensi ilmu statistik mengenal kesehatan dan angka kematian, di kota berlin, henry dunant melalui dr. J.B.C. basting dari negeri belanda menyampaikan idenya, dan dapat menerima sambutan yang baik serta menghargai ide henry dunant serta maksud komite tetap untuk mendirikan komite internasional dan perhimpunan-perhimpunan nasional permanen.

Atas usaha komite tetap serta bantuan pemerintah swiss, konferensi internasional pertama dapat dilaksanakan pada tanggal 19 oktober 1863, bertempat di palais  de L’athenee, yang di hadiri oleh 31 perserta dari 16 negara. Konferensi yang dipimpin oleh Moynier dengan sekretaris henry dunant ini membahas memorandum komite lima dan rekomendasi kongres berlin menghasilkkan 10 pasal resolusi tentang tugas dan kedudukan komite di masing-masing  Negara, selain itu berhasil pula diputuskan keputusan penting, yang salah satu butirnya adalah  :

DI GANTINYA NAMA KOMITE TETAP INTERNASIONAL UNTUK MENOLONG PRAJURIT YANG LUKA  DENGAN KOMITE INTERNASINAL PALANG MERAH.

 

D.KONFERENSI DIPLOMATIK

Atas bantuan pemerintah swiss, pada tanggal 22 agustus 1864 diselenggarakan konferensi diplomatic yang dihadiri oleh 16 utusan resmi Negara-negara anggota, bertempat di Geneva, menghasilkan 10 pasal keputusan.

Untuk selanjutnya konferensi diklomatik ini di kenal dengan nama KONFERENSI GENEVA 22 AGUSTUS 1864 TENTANG PERBAIKAN TERHADAP KEADAAN PRAJURIT YANG LUKA DI MEDAN PERTEMOURAN DARAT.

Selanjutnya dilaksanakan konvensi-konvensi lainnya, yang isinya tetap membahas tentang perlindungan pagi manusia yang berhubungan dengan persengketaan bersenjata, maka pada tahun 1949, dilaksanakan konvensi Geneva, dengan keputusan sebagai berikut

  1. Konvensi Geneva tahun 1949 mengenai pebaikan keadaaan anggota angkatan perang yang luka dan sakit di medan pertempuran darat
  2. Konvensi Geneva tahun 1949 mengenai perbaikan keadaan anggota-anggota yang perang di laut, sakit dan korban karam
  3.  
  4. Konvensi Geneva tahun 1949 mengenai perlakuan terhadap tawanan perang
  5. Konvensi Geneva tahun 1949 mengenai perlindungan orang-orang sipil di waktu perang.

Selain konvensi-konvensi tersebut, terdapat pula konferensi internasional atau konferensi diplomatik yaitu bebrapa protokol Idan II konvensi Geneva 1949 yang di tetapkan  tahun 1977.Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: