GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL

A.Latar Belakang

Berdirinya palang merah dan bulan sabit merah internasional sebagai lembaga kemanusiaan di latar belakangi oleh sentuhan batin terhadap penderitaan yang di alami para prajurit di medan pertempuran. Dua medan pertempuran yang terkenal pada abad ke 19 ialah perang kirim dan perang solferino, yang tercatat menelan korban begitu banyak, dari pihak-pihak yang tertikai, dan dari dua kejadian tersebut, muncul nama Florence nightingale dan jean hendri Dunant, Yang terkenal dengan pengorbanan dan pengabdiannya,dalam membantu korban perang.

1.Perang krim

Krim adalah nama semenanjung di laut hitam, termasuk wilayah Rusia. Peperangan terjadi antara Rusia melawan Turki yang di bantu oleh Inggris dan Prancis. Pada saat itu rusia ingin menguasai pelabuhan yang terletak di laut tengah yang di kuasai oleh Turki, dengan harapan, apabila turki berhasil di hancurkan, maka Rusia dapat menduduki Selat brosporus, laut Marmora, selat Dardanela dan konstantinopel yang merupakan jlan masuk ke laut tengah.

Inggris dan perancis sama-sama mempunyai kepentingan di laut tengah, dan permintaan Rusia terhadap Turki, jelas-jelas merupakan ancaman yang patut di cegah, dengan demikian inggris dan prancis menyatakan siap membantu Turki.  menyatakan bergabung dengan Turki dengan harapan prancis dapat membantu membebaskan negerinya dari ancaman Austria.

Pada bulan maret 1854, Inggris dan prancis memaklumatkan perang terhadap Rusia, dan perang pun terjadi secara mendadak tanpa persiapan matang, dari kedua belah pihak. Berbagai kesulitan dirsakan oleh pihak yang berperang, terutama masalah fasilitas kesehatan. Pihak sekutu (Inggris,Prancis,Turki) mendapatkan kenyataan bahwa rumah sakit yang diandalkan untuk perawatan letaknya jauh, yaitu di pantai utara Turki, tempatnya di daerah SCUTURI, sedangkan transportasi yang dipergunakan berupa alat transportasi laut. Demikian betapa menyedihkannya peperangan di medan pertempuran Sebastapol, sehingga korban meninggal mencapai 60% dari jumlah yang luka.

Pada saat perang kirim terjadi, muncul seorang putrid bangsawan yang merasa terpanggil untuk mengabdikan diri, menolong korban peperangan.

FLORENCE NIGHTINGALE putri bangsawan yang berkebangsaan, Inggris kelahiran Italy tanggal 12 mei 1820 ayahnya bernama WILLIAM EDWARD SHORE dan ibunya FRANCES SMITH, yang di tempa oleh lingkungan rakyat biasa, memilih pendidikan sekolah perawat , yang pada saat itu , propesi perawat peperangan Inggris bernama SYDNEY HERBERT yang kebetulan kena baik dengan Florence, untuk mengabdikan diri sebagai perawat di rumah sakit scuturi. Pemohonan di kabulkan, dan sebagai langkah awal, Syciney Herbert secara resmi membentuk kesatuan perawat yang bertugas untuk rumah sakit dan mengangkat Florence Nightingale sebagai pengawas bagi perawat wanita.

Tanggal 21 oktober 1854 Florence berangkat menuju laut hitam dengan membawa 38 perawat wanita yang di pilih langsung olehnya, dan tanggal 4 Nopember 1854 rombongan perawat tibva di scuturi. Dan di rumah sakit inilah Florence Nightingale bersama teman perawat lainnya, mengabdikan diri. Florence mengabdikan dirinya selama 24 jam, dan kalau malam hari, ia berkeliling memeriksa pasiennya dengan menenteng lentera di tangan, sehingga ia dikenal dengan sbutan THE LADY WITH THE LAMP

 Setelah penanganan perawat di scuturi mulai teratur, Florence pergi ke bebastapol tepatnya di pelabuhan Baladava di semanjung krim. Tanggal 6  Nopember 1854, sebuah kapal yang penuh dengan prajurit inngris yang luka, berlayar menuju rumah sakit scuturi, dan selama perjalanan banyak  prajurit yang meninggal.

Tanggal 30 maret 1856 perundingan perdamaian disetujui,dan peperangan dapat diselesaikan, setelah menempuh perundingan selama kurang lebih 2 Tahun. Bulan juli 1856 prajurit inggris ditarik pulang akan tetapi Florence tidak mau ikut sebelum rumah sakit benar-benar kosong dan prajurit yang luka, dan pada Tanggal 16 juni 1856 pasien terakhir meninggalkan rumah sakit.

Florence kembali ke Inggris dengan menumpang kapal dagang prancis, ditemani oleh bibinya, nyi. Mai Samuel Smith, dengan menyamar sebagai nona Smith, pada tanggal 7 agustus 1856, Florence tiba di rumah orang tuanya di Hurst. Sebagai seorang pahlawan kemanusiaan, Florence mendapat berbagai tanda penghargaan dari kerajaan Inggris, dan pada pasca Solferino tahun 1859, Florence sempat menyatakan pendapat dan persetujuannya terhadap ide henry dunanat untuk mendirikan perhimpunan internasional guna menolong orang-orang yang luka di medan pertempuran.

Florence meninggal tanggal 13 Agustus 1910 di Inggris

Tunggu latar belakang yang selanjutnya yuaa,,,,…..!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: